Jika tumbuh kembang anak berbeda dengan teman sebaya. amati perkembangan anak.
Gangguan kemampuan bicara atau berinteraksi
Tidak memberi respon bahagia atau senyum hingga usia 6 bulan
Tidak meniru suara atau ekspresi wajah hingga usia 9 bulan
Tidak mengoceh hingga 12 bulan
Tidak memberi gestur tubuh hingga usia 14 bulan
Tidak mengucapkan 1 katapun hingga usia 16 bulan
Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak-anak yang mengalami penyimpangan, kelainan atau ketunaan dalam segi fisik, mental, emosi dan sosial, atau gabungan dari hal-hal tersebut sedemikian rupa sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan yang khusus, yang disesuaikan dengan penyimpangan, kelainan, atau ketunaan mereka.
Gangguan Autis.
Ciri utama yaitu gangguan pada perkembangan kemampuan interaksi sosial, komunikasi, dan munculnya perilaku berulang yang tak bertujuan. Perlu diketahui, gangguan autis bisa saja muncul mengikuti retardasi mental tapi bisa juga tidak. Artinya, gangguan autis bisa tetap tumbuh kembang layaknya anak normal apabila dikelola secara baik.
Gangguan Asperger.
Penderita gangguan asperger memiliki ciri-ciri yang mirip dengan autisme. Asperger merupakan gangguan neurologis atau saraf yang tergolong ke dalam spektrum autisme ringan. Pada sindrom asperger, penderita cerdas dan mahir dalam kemampuan verbal, namun canggung saat berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, penderita asperger cenderung tidak berekspresi, kurang peka, obsesif, repetitif, tidak menyukai perubahan, dan memiliki gangguan motorik.
Gangguan Attention Deficit/Hyperactive Disorder (AD/HD).
Ciri utama dari AD/HD adalah kurangnya kemampuan memperhatikan dan kontrol perilaku yang ditandai munculnya hiperaktivitas dan perilaku impulsif yang sulit ditahan. Anak dengan perhatian mudah teralihkan, tidak sabar, atau impulsif belum tentu menderita AD/HD. Perlu diagnosa spesifik dari dokter spesialis mengenai status anak.
Gangguan Perilaku/Tingkah Laku.
Gangguan perilaku atau conduct disorder merupakan gangguan yang meliputi agresi terhadap orang lain dan binatang, menghancurkan barang kepemilikan, berbohong atau mencuri, dan pelanggaran aturan yang serius. Gangguan perilaku disebabkan banyak hal dan umumnya tidak terdeteksi saat bayi. Namun pada saat anak mulai beranjak dewasa, perilakunya bisa mulai terlihat, misalnya senang menyiksa binatang atau memukul anak lain. Gangguan perilaku yang tidak ditangani dapat berujung kepada aksi kriminal di usia dewasa.
Gangguan Menentang (Oppositional Defiant Behaviour).
Gejala menonjol dari perilaku gangguan menentang adalah suka mendebat atau menentang norma atau nasihat orang dewasa. Walaupun tidak diikuti agresivitas fisik, melukai orang, atau merusak benda. Penyebab dari gangguan menentang lebih ke permasalahan psikologis yang dialami anak seperti pola asuh, modelling, atau pengaruh teman sebaya.
Gangguan Komunikasi.
Gangguan komunikasi merupakan gangguan perkembangan bicara dan bahasa yang ditandai kesulitan dalam menghasilkan bunyi/suara, menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi, atau memahami apa yang disampaikan orang lain.
Gangguan Keterampilan Motorik.
Gangguan keterampilan motorik merupakan gangguan yang terjadi saat anak tidak bisa melakukan koordinasi motorik atau aktivitas-aktivitas motorik yang penting dan lazimnya sudah dikuasai anak sesuai umurnya.
Gangguan Belajar.
Gangguan belajar dikategorikan menjadi gangguan membaca (disleksia), gangguan menulis (disgrafia), dan gangguan matematika (diskalkulia). Pada gangguan belajar, anak-anak memiliki kemampuan intelegensi rata-rata dan tidak ada hambatan dalam kesempatan belajar namun mereka memiliki kesulitan dalam belajar.
Anak memiliki bentuk wajah tidak lazim
Mata miring, lidah tebal, dan leher pendek
Mata mendekat ke hidung atau sebaliknya dari sudut normal
Anak sulit menghisap melalui botol susu atau puting ibu
Tidak merespon saat namanya dipanggil, meskipun pendengarannya normal
Tidak pernah mengungkapkan emosi
Tidak peka terhadap perasaan orang lain
Tidak bisa memulai atau meneruskan percakapan
Tidak bisa meminta sesuatu
Sering mengulang kata namun penggunaannya kurang tepat
Sering menghindari kontak mata
Kurang berekspresi
Tidak pernah melihat ke arah benda yang ditunjuk
Tidak memiliki ketertarikan kepada anak-anak lain
